20-11-2020
PEMKOT BAUBAU GELAR FGD PERCEPATAN PENDIRIAN UNIVERSITAS NEGERI SULTAN HIMAYATUDDIN

Pemerintah Kota Baubau menggelar Forum Group Discussion (FGD) Percepatan Pendirian Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Universitas Negeri Sultan Himayatuddin (UNESH) di metting room hotel Zenith, Rabu 18 November 2020. FGD dihadiri langsung Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Makassar, Prof Dr Jasruddin Daud MSi.


FGD bermula dari diskusi-diskusi kecil terarah, yang secara rutin digelar putera puteri terbaik Kepulauan Buton (Kepton). Dan hingga kini terus konsisten menindaklanjuti langkah demi langkah secara terukur, konkrit, guna terpenuhinya berbagai persyaratan, dalam mewujudkan berdirinya UNESH di Negeri Khalifatul Khamis.


Mengapresiasi panitia penyelenggara FGD, Wali Kota Baubau Dr H AS Tamrin MH mengajak seluruh pihak kompak bersama-sama mewujudkan mimpi besar berdirinya UNESH. Dengan kerja-kerja tulus.


"Mari kita bahu membahu membangun daerah ini, semoga dengan doa, kerja keras dan kesungguhan, kekompakan kita, UNESH bisa berdiri di daerah kita," ucap AS Tamrin, dalam kata sambutannya.


Sebelum membuka FGD, AS Tamrin juga memastikan, bahwa Pemerintah Kota memberikan kemudahan serta kelancaran urusan bagi seluruh PT, yang ada di Kota Baubau, tanpa tebang pilih, sepanjang sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Ketua Panitia Penyelenggara FGD, Ibnu Wahid, menambahkan, FGD didasari oleh aturan main yang memang dibolehkan oleh daerah dalam rangka mendirikan PTN. Ada kebutuhan khusus atau kondisi tertentu disuatu daerah, sehingga membuka peluang untuk mendirikan PTN, dan di Kota Baubau untuk UNESH. 


Kata Wahid, Wali Kota Baubau menggagas, kemudian tim, ada Dr Iradat, Dr Zuardi, dr Lukman, Dr Muhaimin, Dr Juamdan, mereka ini bersama-sama menggodok kelengkapan dokumen pendidirian UNESH. Baik dokumen institut, dokumen Program Studi (Prodi), juga kesiapan SDM.


"Seluruhnya adalah pyur dikerjakan putera puteri Kepton. Ada beberapa teman-teman dari Kampus, Akademisi yang terus membantu," kata Wahid.


Kepala Bagian (Kabag) Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Baubau ini menambahkan, seperti yang diungkapkan Wali Kota Baubau, baik PTS maupun PTN didirikan untuk tujuan kemajuan Kota Baubau, menyongsong lahirnya Provinsi Kepulauan Buton (Kepton). Saling mendorong, mensuport satu sama lain, untuk kemajuan dunia pendidikan, serta peningkatan SDM. 


Penting kehadiran Prof Dr Jasrudin Daud MSi, bersama jajarannya, sebagai perpanjangan tangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui LLDIKTI, sebagai bentuk suport bagi daerah. 

Di Sultra telah ada dua PTN di wilayah daratan, Universitas Haluoleo di Kendari, dan Universitas Sebelas November (USN) di Kolaka. Oleh karena itu besar harapan UNESH dapat segera berdiri. 


Teknik Aspal menjadi salah satu Prodi yang khusus dalam UNESH nantinya. Prodi yang tidak ada di kampus lainnya. 


Kata Wahid, hasil FGD akan menjadi dokumen prasyarat pengajuan pendirian UNESH. Pemerintah pusat juga akan memastikan, apakah cikal bakal UNSESH, sudah pernah digelar FGD atau sudah melalui Konsultasi publik. 


"Makanya ini penting kita laksanakan, karena akan ada beberapa Kementerian yang akan ikut andil dalam pendirian PTN. Kemendikbud, Kemen PAN-RB, Kementerian Keuangan, dan juga beberapa Kementerian lainnya. 


Ini akan paripurna dengan tindak lanjut diskusi ke Pemerintah Pusat, dan ada audiens juga nantinya. 


DPRD Kota Baubau sendiri kata Wahid, sangat merespon, mendukung sepenuhnya didirikannya UNESH. Terlebih Gubernur Sultra Ali Mazi, yang menyatakan siap mengambil peran bila dibutuhkan dalam menyukseskan berdirinya UNESH. 


Hadir dalam FGD, Sekretaris Daerah Kota Baubau, Dr Roni Muhtar MPd, beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Rektor Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton) Dr Alzarliani, mewakili Rektor Unidayan, para akademisi, dokter, tokoh pendidikan, tokoh budaya, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda.  


Antusias sekitar 100 peserta mewarnai jalannya FGD hingga usai.