Berita
Mendiknas Tegaskan Pentingnya Pendidikan Berbasis Karakter

walikota_baubau_usai_upacara_hari_pendidikan_nasional_2_mei_2011_di_palagimata_400Tantangan global dan internal yang sedang dihadapi bangsa Indonesia saat ini mengharuskan semua untuk lebih memperkuat jati diri, identitas dan karakter sebagai bangsa Indonesia. Bangsa yang dikarunia oleh Tuhan Yang Maha Kuasa potensi sumber daya alam dan manusia yang luar biasa besarnya. Demikian juga kesempatan yang sangat terbuka untuk menjadi bangsa dan negara yang besar, maju, demokratis dan sejahtera. Oleh karena itu, pendidikan berbasis karakter dengan segala dimensi dan variasinya menjadi sangat penting dan mutlak.

Hal ini terungkap dalam sambutan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh yang dibacakan Walikota Baubau Drs H MZ Amirul Tamim M Si pada acara hari pendidikan nasional tahun 2011 tingkat Kota Baubau  di halaman kantor Walikota Baubau Palagimata Senin (2/5).

Menurut Mendiknas, karakter yang ingin dibangun bukan hanya karakter berbasis kemuliaan diri semata, akan tetapi secara bersamaan membangun karakter kemuliaan sebagai bangsa. Karakter yang ingin dibangun bukan hanya kesantunan, tetapi secara bersamaan dibangun karakter yang mampu menumbuhkan kepenasaranan intelektual sebagai modal untuk membangun kreativitas dan daya inovasi. Karakter yang bertumpu pada kecintaan dan kebanggaan terhadap Bangsa dan Negara dengan Pancasila, UUD NKRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai pilarnya.

"Itulah alasan mengapa tema Hari Pendidikan Nasional Tahun 2011 ini adalah Pendidikan Karakter Sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa dengan Subtema Raih Prestasi Junjung Tinggi Budi Pekerti. Tema ini mengingatkan kembali kepada kita semua tentang hakikat pendidikan yang telah ditekankan oleh Bapak Pendidikan Nasional kita yaitu Ki Hajar Dewantoro yang hari ini kita peringati hari kelahirannya sebagai Hari Pendidikan Nasional. Pendidikan, kata Ki Hajar Dewantoro adalah daya upaya untuk memajukan budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intellect) dan jasmani anak didik,"ujar Amirul Tamim menirukan sambutan Mendiknas Mohammad Nuh.

Menyikapi perkembangan aktual terhadap munculnya perilaku destruktif, anarkis dan radikalis, Mendiknas mengungkapkan, pendidikan memiliki peran dan tanggung jawab yang besar. Karena itu, pihaknya mengajak kepada para pemangku kepentingan pendidikan, terutama Kepala Sekolah, Guru, Pimpinan Perguruan Tinggi dan Dosen, harus memberikan perhatian dan pendampingan lebih besar kepada peserta didik dalam membentuk dan menumbuhkan pola pikir dan perilaku yang berbasis kasih sayang, toleran terhadap realitas keanekaragaman yang dibenarkan oleh peraturan dan perundangan. Perhatian lebih itu bisa dalam bentuk memberikan ruang aktivitas yang positif, sehingga bisa dicegah tumbuhnya pemikiran dan perilaku destruktif, anarkis, kekerasan dan radikalisme. LAY