Berita
Sekda, Buka Pesantren Pramuka Perdana

            Sekertaris daerah Kota Bau-Bau, Suhufan membuka Pesantren Pramuka Perdana di Pondok Pesantren Al-Syeikh Abdul Wahid (20/8). Kegiatan tersebut merupakan  kolaborasi Pondok Pesantren Al-Syeikh Abdul Wahid dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga dan Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Bau-Bau. Hadir pada acara tersebut Ka. Kwarcab Gerakan Pramuka Bau-Bau, Wakil Kwarcab Gerakan Pramuka Bau-Bau, Andalan Cabang Gerakan Pramuka Bau-Bau, serta seluruh peserta pesantren dari SMP se-Kota Bau-Bau. Kegiatan tersebut berlangsung 4 hari dan bukan hanya kegiatan di pesntren tetapi peserta akan diajak untuk berkunjung ke sekolah-sekolah yang telah ditunjuk panitia.
              Menurut Sekda, Ini merupakan pesantren pramuka angkatan ke-1 yang diikuti siswa SMP, dan sebelumnya selalu di ikuti SMA I Bau-Bau. Kolaborasi tahun ini, mengangkat tema Bentuk Insan Muda yang islam. Beliau berharap kepada gerakan pramuka Bau-Bau, kegiatan ini berlanjut, karena kegiatan seperti ini merupakan salah satu ajang untuk mendidik mental, memperkenalkan agama islam, dan membentuk aqidah anak-anak.
Kepada peserta, Sekda berharap, mereka bisa mengambil manfaat dari kegiatan ini,” semoga kegiatan ini dapat menjadi bekal dimasa yang akan datang. Diusia seperti inilah merupakan dasar bagi anak-anak belajar, dan biasanya ilmu yang diperoleh tidak dilupa hingga tua, kita ambil contoh ilmu yang kita pelajari saat diperguruan tinggi banyak yang sudah kita lupa tetapi ilmu yang dipelajari saat SMP kita masih ingat, bahkan dengan wajah gurunya dan cara guru menerangkan masih kita ingat pula,” tutur sekda
    Namun untuk membentuk generasi muda yang berakhlak islam dan berilmu pengetahuan bukan hanya tugas guru disekolah ataupun dipesantren tetapi ini merupakan tugas kita semua, bauk Pemerintah, masyarakat dan yang lebih penting adalah tugas orang tua dirumah. “kita semu punya tanggungjawab moral untuk membentuk generasi kita lebh baik,” tegasnya.
    Sementara ketua panitia KH. Abdul Rasyid Sabirin mengatakan dalam pesantren ini siswa akan diberikan ilmu yang terfokus pada ajaran islam dari dasar. Ini merupakan hal baru bagi peserta, dimana mereka tinggal bersama dipondok dengan guru mereka dan guru akan memberikan mengajar kepada mereka 24 jam meskipun bukan harus diruangan, tapi cara mereka bergaulpun akan diarahkan.
Dikatakan SMP merupakan lembaga pendidikan tingkat pertama yang mengedepankan ilmu pengetahuan dan seni, dimana mereka bertemu dengan gurunya hany saat jam sekolah saja, tetapi dalam pesantren merupakan ajang mencari ilmu agama, untuk itu dipesantren ustad/pengajar tinggal dipesantren bersama santri. Ini dimaksudkan agar mereka terus mengontrol anak-anak didik mereka.(nur kominfo)