Berita
Bau-Bau Dinilai Berhasil Melakukan Penataan Terpadu

Kota Bau-Bau yang kini telah berusia 9tahun sebagai daerah otonom,  dalam pembangunannya telah berhasil melakukan pentaan yang terpaddu.  Penilaian tersebut menurut Kepala Badan Komunikasi Arsip dan Pengolahan Data Kota Bau-Bau, Drs Sadarman, diungkapkan Staf Khusus Menteri pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Dra. Pinky Saptandari usai mengunjungi tempat-tempat pedagang kaki lima yang disediakan pemerintah Kota Bau-Bau, diantaranya Pantai Kamali dan Pusat Jajanan Semerbak semalam (27/6)
Untuk membangun sebuah kota, itu memang harus dilakukan secara terpadu dimana antara penataan ruang, pemeberdayaan ekonomi, kemudian juga pemberdayaan masyarakatnya menjadi suatu yang terintegrasi .”jadi saya melihat Bau-Bau sudah bisa melakukan satu upaya yang bersifat konsprehensif terpadu dalam menata Kota ini, kedepan harapannya agar tata ruang kota ini tidak hanya dibangun dalam kepentingan keindahan Kota tetapi juga , antara keindahan dan kepentingan pemberdayaan masyarakat bisa dikombinasikan secara sinergis, saya yakin dengan contoh-contoh seperti di Pasar Jajanan Semerbak, Pantai Kamali, akan lebih berhasil lagi karena buat masyarakat sepanjang ada manfaatnya akan mengikuti penataan-penataan,” tuturnya.
Dengan penyediaan sarana untuk para pelaku ekonomi berarti secara tidak langsung telah memberikan pemberdayaan bagi perempuan.“Kalau dilihat dari penataan pedagang kaki lima, maupun kios-kios yang ada di Pantai Kamali bahwa, sebagian besar pelaku ekonomi itu adalah perempuan, justru itu penataan ekonomi kota secara tidak langsung menjadi sebuah pemberdayaan ekonomi perempuan.jadi peningkatan produktivitas ekonomi perempuan sekaligus menjadi bagian dari penataan kota, pembangunan ekonomi termauk juga inftastrukturnya.
Tujuan utama kunjungan Staf Khusus Kementerian Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak ke Kota Bau-Bau, untuk melakukan seminar yang berkaitan dengan peningkatan ekonomi perempuan. Tentang bagaimana pengembangan ekonomi perempuan dikaitkan dengan kemandirian dan juga kepribadian mereka. Seringkali para pengusaha kecil itu adalah orang-orang yang hebat, “saya  dengar info bahawa omsetnya disini sampai ratusan juta setiap harinya, dan sebagaian besar pelakunya adalah perempuan yang harus ditingkatkan, selain ada suport dari pemerintah dalam bentuk ruangan, dan aturan yang memberikan satu kemudahan-kemudahan, harus juga ada satu peningkatan kapasibiliting (peningkatan kapasitas)  untuk mereka supaya mereka lebih percaya diri,  bahwa apa yang mereka lakukan itu tidak hanya punya arti untuk keluarga tetapi juga untuk kota ini, jadi Kota ini bisa menjadi bagus, ekonominya bisa meningkat dan bahkan bisa jadi terkenal sebetulnya melalui tangan-tangan para ekonomi kecil ini, yang sebagaian besar dimotori oleh kaum perempuan.
Kementerian Pemberdayaa Perempuan adalah kementerian kebijakan yang sudah melakukan MOU dengan kementerian Koperasi, dan tenaga kerja dan lainnya supaya ketika mereka mempunyai anggaran dan program jangan melupakan bahwa ada perempuan-perempuan yang perlu juga diperhatikan, artinya anggarannya harus juga reposif jender, “kalau ada anggaran untuk peningkatan kapasitas, maupun bantuan kredit maka harus diberikan secara seimbang antara kepentingan untuk pemberdayaan ekonomi secara umum maupunpemberdayaan ekonomi perempuan secara khusus.
Dari hasil peninjauan, nanti saya akan melaporkan kepada ibu menteri terkait dengan kunjungan ini dengan harapan laporan itu bisa dijadikan dasar kementerian untuk lebih mengadvokasi terhadap masalah yang terkait dengan masalah pemberdayaan ekonomitermasuk juga pada kementerian dalam negeri karena berkaitan juga degan pemerintahan daerah, “mudah-mudahan laporan kami bisa menjadi suatu rekomendasi yang bisa ditindak lanjuti nantinya.(nur.Kominfo)