Berita
Bau-Bau Kerjasama di Bidang Pertanian dengan Korea

Kerjasama antara Bau-Bau dengan pihak Korea terus berkembang. Kerja sama yang dijalin sebelumnya adalah Budaya dan bahasa, kemarin (26/6) diruang Kerja Walikota Bau-Bau, Drs H.MZ Amirul Tamim, M.Si bersama kementrian pertanian Korea menyepakati kerjasama dibidang pertanian diruang kerja Walikota. Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Komunikasi Informasi dan Pengolahan Data Kota Bau-Bau, Drs.Sadarman, M.Si.
Menurut Sadarman, setelah kesepakatan tersebut, maka Pimpinan SKPD lingkup Pemerintah Kota Bau-Bau mengedakan rapat dengan pihak Korea, diruang rapat Kantor Walikota Bau-Bau, rapattersebut dipimpim Sekertaris Daerah Kota Bau-Bau, Suhufan.
Dalam rapat, dari kementrerian Pertanian Korea, Dr Hae Yeoug Ryu mengatakan dalam kerjasama pemerintah Korea akan memberikan pengetahuan tentang cara bertani, khsusunya bagaimana menanam padi agar mendapatkan hasil yang lebih baik, seperti yang telah diterapkan di Korea, dimana satu hektar sawah, bisa menghasilkan 7ton beras. Pola menanam yang akan ditawarkan sudah pernah juga dicoba di beberapa negara yang bekerja sama dengan korea, dan hasilnya duakali lipat bertambah dari panen sebelumnya.” Pola ini sangat cocok dengan daerah tropis, khusus untuk Bau-Bau, Saya berharap bisa berhasil”, ungkapnya.
Selaian secara langsung memberikan cara menanam padi, pihak korea juga akan membuatkan buku pintar, dengan muatan gambar tentang cara bertani tanaman padi yang benardan akan dibagikan kepada petani, “kami akan melakukan penelitian selama 2bulan setelah itu baru menerbitkan bukunya, untuk jumlah halaman akan disesuaikan dengan data yang terkumpul, untuk itu kami berharap pemerintah Bau-Bau memberikan data tentang bagaimana petani di Bau-Bau menanam dan berapa hasil panennya.
Dalam kesempatan tersebut pihak korea juga diberikan informasi, hasil panen petani sawah di Kota Bau-Bau, yang saat ini baru mencapai 3 sampai 4 ton perhektarnya.
Untuk lokasi menanam padi dalam kerjasama tersebut akan ditempatkan di Kecamatan Sorawolio, setelah berhasil disana menurut Sekda, akan di pindahkan ke Bungi dan Lea-Lea. Sekda juga berharap kerja sama tersebut bukan hanya untuk jenis tanaman padi tetapi tanaman lain juga bahkan pihaknya dan juga para Kepala SKPD menginginkan ada kerjasama dibidang peternakan dan bidang lain sehingga masyarakat Bau-Bau sejahtera seperti masyarakat Korea.
Sementara Camat Sorawolio, Ir. Anwar Ana mengatakan bila melihat dari gambar yang ditunjukkan pihak korea, struktur tanahnya sama dengan Sorawolio, “tanah di Korea juga berbatu-batu dan besik saya  dari pertanian, untuk itu sangat berharap kerjasama ini dapat ditingkatkan dan masyarakat Sorawolio mendapatkan pengetahuan, sehingga impian pemerintah meningkatkan kesejahteraan melalui bidang pertanian akan tercapai, apalagi disana nanti akan didirikan sekolah pertanian, jadi siswanya dapat belajar langsung dari pakar pertanian Korea,”.
Rombongan Kementerian Pertanian pemerintah Korea masing-masing, Dr Hae Young Ryu, didampingi salah satu stafnya yang bekerja pada administrasi perkembangan pedesaan di Korea, dan Prof Seung Won Song, salah satu dosen Sejarah Indonesia di Sogang University Korea sekaligus sebagai penerjemah.(nur. kominfo)