Berita
Askomelin, Asosiasi Ketiga Hadir di Bau-Bau

Ketua Umum DPP Asosiasi Kontraktor Mekanikal Elektrikal Indonesia (Askomelin) Ir H Ferry Carli,mengatakan Askomelin merupakan asosiasi kontraktor listrik ketiga di Kota Bau-Bau setelah Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI) dan AKLINDO. Dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN), AKLI Bau-Bau sudah terakreditasi A sedangkan AKLINDO masih tahap mengarah ke akreditas B, sementara Askomelin yang baru terbentuk 25 November 2009 baru terdaftar.Hal itu diungkapkan usai pembukaan Musda I Askomelin Sultra yang dilaksanakan di Hotel Lina Bau-Bau, Sabtu (29/5).

 "Walaupun belum terakreditasi seperti yang lainnya, Askomelin sendiri sudah bisa menjalankan perannya dalam melayani masyarakat, karena berdasarkan peraturan menteri (Permen) No 11 a yang dikeluarkan LPJK menyatakan bahwa bagi anggota usaha yang aktenya berumur kurang dari satu tahun, bisa disertivikasi oleh lembaga yang bersertifikat,  dikeluarkan dari LPJKN, dalam hal ini adalah LPJKD sebagai pengelola, LPJKN sendiri tinggal mengeluarkan akreditas, artinya tahun ini Askomelin sudah bisa berperan di Kota Baubau," terangnya.
 Untuk itu, lanjut Ferry, saat ini pihaknya akan mengambil langkah-langkah dalam mempersiapkan anggotanya mempunyai tenaga yang terampil dan bersertifikat badan usaha karena itu sudah disyaratkan dalam undang-undang jasa konstruksi No 18 tahun 1999, tanpa itu Askomelin tidak bisa berperan mengikuti pesatnya perkembangan di Kota Bau-Bau.
 Selain itu, pihaknya akan medatangkan tenaga ahli dari pusat untuk  memberikan pengarahan kepada anggotanya tentang teknologi kelistrikan untuk memperbaiki sistem kelistrikan di Bau-Bau yang menurutnya masih konvensional. "Itulah program-program kita kedepan," ujarnya.
 
 Untuk menghindari para calo yang selama ini membebani masyarakat dengan pemasangan instalasi listrik yang tinggi, dia memberikan tips, yakni empat faktor yang dilihat. Pertama, dilihat dari biaya yang dikeluarkan PLN (LPJUL) itu terukur sama di seluruh Indonesia. Kedua, biaya esensi pemeriksaan instalasi listrik yang dibentuk lembaga konswil juga terukur. Ketiga, material juga terukur dengan melihat berapa yang digunakan di pasaran. Keempat, wewenang kontraktor menjual jasanya, artinya biaya jasa tidak boleh melebihi ketiga faktor tersebut.

 "Askomelin nantinya akan lebih profesional dalam menentukan harga. Jadi fungsi DPP adalah membina anggotanya dalam pengaturan, tentang undang-undang, regulasi, dan pemerintah. Kedua, memberdayakan anggota untuk bisa mengetahui dan memahami, dan mengembangkan teknologi. Ketiga, pengawasan, benar tidak pembinaan yang sudah kita berikan sudah benar-benar dijalankan. Tiga pokok itulah yang merupakan senjata pamungkas dari DPP Askomelin," terangnya.(nur)