Berita
Laut Sebagai Halaman Depan Rumah Kita

Sebagai bentuk pemahaman dan penerapan ESTETIKA penataan kota, Kota Bau-Bau dibawah komando Drs. MZ. Amirul Tamim dan Drs. H. LM. Halaka Manarfa, telah mencanangkan satu strategis dalam menjadikan perwujudan wajah Kota Bau-Bau sebagai salah satu daerah kepulauan yang indah, yaitu menjadikan laut atau pesisir pantai sebagai halaman depan Kota Bau-Bau.

Hal ini terbukti dan di pelopori oleh pembangunan Kantor Walikota Bau-Bau dikawasan Puncak Palagimata yang begitu megah dan kokoh berdiri mengahadap kelaut, semakin nampak indah dan anggun jika pemandangan ini terlihat dari laut seakan menjadi gapura dari pintu gerbang Kota Semerbak baik dilihat dari laut, darat maupun udara.

Setelah perkembangan dan seiring berjalan fungsinya sebagai pusat pemerintahan Kota Bau-Bau, Kantor Walikota Bau-Bau yang berada dikawasan puncak palagimata menjadi satu inspirasi besar dan nyata bagi masyarakat Kota Bau-Bau, terutama yang bermukim di pesisir pantai.

Tidaklah berlebihan jika predikat Palagimata ditasbihkan sebagai Pioner dari konsep penataan Kota Bau-Bau yang mengacu pada konsep Jadikan Laut Sebagai Halaman Depan Rumah Kita, Sedikit melakukan flash back, sebelum berdiri dan berfungsinya kantor Walikota Bau-Bau di Palagimata, pemandangan dan estetika tidak dapat dijumpai disepanjang bibir pantai Kota Bau-Bau, Kumuh, Kotor dan semberawaut adalah gambaran kata untuk mewakilkan perwajahan bibir pantai Kota Bau-Bau di era sebelum pemerintahan Walikota Bau-Bau oleh Drs. MZ. Amirul Tamim, M. Si. Sedikit untuk mencoba meyakinkan, sebut saja kawasan Bure, Batulo, Pelabuhan Murhum, Pantai Kamali, Jembatan Batu, Nganganaumala, Kaobula, Wameo, Bone-Bone, Wanganga, sampai daerah Sulaa, disepanjang bibir pantai ini hanya bertumpuk sejumlah kapal-kapal yang karang dan tidak terurus dibahagian lain hanya merupakan tempat yang dijadikan sebagai tempat perdagangan ikan tanpa pernah memperhatikan sisi estetika guna untuk memberikan kenyamanan bagi para nelayan dan pembeli bertransaksi.

Kawasan Wanganga yang hanya menjadi halaman belakang dari pada masyarakat yang bermukim dan berdomisili dikawasan tersebut menjadi tempat limbah dan sampah rumah tangga dibuang, dan akhirnya hanya ada satu resiko dan dampak buruk dari kegiatan-kegiatan masyarakat yang bermukim dan berdomisili di sepanjang bibir pantai Kota Bau-Bau, pemandangan menjadi tidak indah belum lagi dampak negative yang timbul akibat tercemarnya laut daripada limbah dan sampah yang dibuang kelaut.

Hal inilah yang menjadi konsep dasar pemerintahan Drs. Amirul Tamim dan Drs. H. LM. Halaka Manarfa yang yang mengusung slogan BERSAMA LEBIH BAIK, mencanangkan salah satu konsep penataan kota Bau-Bau yaitu “Jadikan Laut Sebagai Halaman Depan Rumah Kita” artinya apabila telah timbul kesadaran bagi masyarakat khususnya yang mendiami kawasan pesisir pantai dengan menjadikan laut halaman depan, maka dengan sendirinya tindakan-tindakan yang negative dan berdampak buruk bagi ekosistim dan keindahan laut serta bibir pantai akan tertata dengan sendirinya, hal ini disebabkan laut dan pantai telah menjadi halaman depan, dan tentunya halaman depan diupayakan tertata dengan indah.

Tengoklah sejenak buah kecerdikan Walikota Bau-Bau dalam menerapkan konsep penataan kota dan pesisir pantai diatas, dan cobalah untuk menelusuri indahnya pesisir dan bibir pantai Kota Bau-Bau, disepanjang kawasan yang tadinya hanya menjadi satu kawasan kumuh tempat berlabuhnya kapal-kapal rusak, tempat dibiarkannya bangkai-bangkai kapal yang karam, kawasan-kawasan bibir pantai yang tidak tertata dan hanya menjadi tempat pembuangan limbah dan sampah masyarakat setempat, kini tak adalagi pemandangan-pemandangan seperti itu, masyarakat sadar akan indahnya menjadikan laut sebagai halaman depan, kini wajah ayu gadis nan elok rupawan telah terpancar di senyuman indah wajah Kota Semerbak yang penuh kenangan.

Bersama Lebih Baik untuk menjadikan Kota Bau-Bau semakin sejajar dengan kota-kota lain dan terus berbenah guna menyongsong Kota Bau-Bau sebagi Pintu gerbang Indonesia Timur, Kota Budaya Yang Produktif, Nyaman, Sejahtera, Bermartabat dan Religi. ( Oleh : Ramadhan )