Berita
Menurunnya Angka Kelulusan Siswa "Kesalahan" semua pihak

Menurunya Angka Kelulusan “kesalahan” Semua Pihak
    Menurunnya angka kelulusan siswa tingkat SMA tahun ini di Kota Bau-Bau menurut Walikota Bau-Bau, Drs H. Mz Amirul tamim merupakan kesalahan dari semua pihak. Hal tersebut diungkapkan setelah melakukan rapat dengan para kepala sekolah SMA/SMK se Kota Bau-Bau, di ruang rapat SMA Negeri 2 Bau-Bau, (3/5).
      Dari pernyataan para kepala sekolah dalam rapat, mereka mengemukakan banyak hal diantaranya waktu ujian yang dipercepat satu bulan dari waktu yang ditentukn sebelumnya, sehingga banyak materi pelajaran yang belum diajarkan kepada siswa. Pada saat pengayaan siswa yang hadir hanya 50% dari jumlah siswa yang ada, masih ada orang tua yang tidak peduli terhadap pendidikan anak-anak sehingga menyerahkan sepenuhnya kepada guru, yang kadang orang tua ketika dipanggil oleh guru kesekolah tidak hadir, padahal tanggungjawab orang tua sangat berarti bagi pendidikan anak.
      Selain itu siswa pada saat ujian mempercayai sms jawaban yang beredar tanpa yakin akan kempuan yang dimiliki.Jadi pada prinsipnya   merubah metode yang salah, agar kesalahan ini tidak terulang lagi pada masa yang akan datang, termasuk mencari metode yang cocok bagi siswa untuk kembali peduli pada pelajaran-pelajaran disekolah.
      Untuk mendapatkan hasil SDM yang baik dari proses pendidikan, Walikota mengatakan Bau-Bau mesih membutuhkan ujian nasional dan standar itu harus ada, sehingga anak Bau-bau memiliki daya saing, hanya yang perlu dipikirkan metode atau inovasi sehingga angka kelulusan tahun depn lebih baik lagi, “untuk itu rapat tersebut dilaksankaan”.
      Walikota juga menghimbau agar semua pihk baik orang tua siswa, guru, komite sekolah dan masyarakat membngun kebersamaan, jangan sampai persaingan antar sekolah, sehingga muncul hal-hal yang tidak diinginkan saat mengawas siswa yang ujian. Guru pengawas harus mengkondisikan anak-anak  sehingga mereka bisa mengerjakan soal ujian dengan baik dan benar, jangan buat mereka seperti terdakwa yang harus dikawal, sehingga mental mereka goyah.