Berita
Perumnas akan Bangun Perumahan Masyarakat Miskin dan PNS

Menjawab kebutuhan perumahan  masyarakat ke depan maka Pemkot Bau-Bau akan memberikan peluang kepada developer  untuk  melihat menjajaki  bagaimana kota ini ke depan dengan memberikan peluang-peluang untuk membangun perumahan. Bahkan, dalam waktu singkat akan dibangun perumahan bagi masyarakat miskin maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memiliki gaji rendah.

Demikian dikatakan Walikota Bau-Bau Drs. MZ Amirul Tamim M.Si usai bertemu dengan General Manager Regional VII Perum Perumnas wilayah Sulawesi, Maluku, Papua  Drs Aucke Aulia K di rujab Walikota Bau-Bau Rabu malam (22/4).

Rencananya menurut Walikota Bau-Bau MZ Amirul Tamim, setelah dibangun rumah susun sederhana di wameo sebanyak 2 blok yang diusahakan tahun 2009 selesai maka pada tahun 2009 ini pula akan dibangun 124 unit untuk masyarakat miskin dan PNS yang mempunyai gaji rendah dan belum punya rumah sebab pihaknya tidak menutup mata untuk ini. “Dan perumahan yang rencananya akan dibangun oleh Perum Perumnas ini  harus selesai pada tahun ini juga. Pasalnya, Perumnas  telah melihat  Bau-Bau merupakan  pasar yang menarik. Apalagi,  Perumnas sudah kewalahan dan tidak bisa untuk membuka karena  permintaan begiru tinggi,”ujarnya.

Ditambahkan, pihaknya kini tengah menjajaki kerja sama tripartit yang melibatkan  pemerintah daerah, Perumnas dan BTN dengan tentu  Perumnas harus  memaparkan dengan proposal dan coba menekan biaya perumahan yang murah dan bisa dijangkau oleh masyarakat dan PNS.

Mengenai lokasi pembangunan perumahan bagi masyarakat miskin dan PNS, Amirul mengakui harus sesuai dengan arahan tata ruang yang sudah dibagi dalam 6 BWK. Sehingga, akan dilihat berapa masyarakat yang akan membutuhkan rumah, kalangan masyarakat mana apakah pegawai,  buruh, petani atau pedagang kaki lima. Dan pada jangka waktu tertentu kebutuhan rumah warga Bau-Bau bisa terpenuhi dalam keadaan kategori layak huni.

Oleh sebab itu, orang nomor satu di Kota Bau-Bau ini berencana pembangunan perumahan untuk masyarakat miskin dan PNS tersebut akan ditempatkan di Palagimata, Surawolio dan Lea-Lea untuk menjadi pelopor bagi pembangunan lainnya. “Kita juga punya Kasiba, Lesiba yang nantinya sebentar akan di plot-plot. Akan tetapi satu yang diakui Perumnas  yakni semua ruang sudah bisa dijangkau dengan kendaraan dan nilai jualnya  tinggi,”ungkap Amirul.

Sementara itu, General Manager Regional VII Perum Perumnas Drs. Aucke Aulia K mengaku kewalahan dengan banyak masyarakat yang berminat memiliki rumah yang dibangun oleh Perum Perumnas. Bahkan, ada tanah Perum Permunas yang ada di Waruruma sudah dibangun habis untuk perumahan. Padahal, masyarakat yang berminat untuk dibangunkan rumah dalam 3 bulan terakhir luar biasa meski Perum Perumnas takut tidak bisa mewujudkan keinginan masyarakat tersebut.

Namun demikian, setelah pihaknya bertemu dengan Walikota Bau-Bau MZ Amirul Tamim, ternyata Pemkot Bau-Bau punya tanah untuk lokasi pembangunan perumahan. Karena itu, akan dibuat bisnis plane apakah harga tanah yang dibangun tersebut bisa terjangkau masyarakat dan kalau misalnya disetujui maka pertengahan 2009 sudah mulai dibikin perencanaan. “Pemkot Bau-Bau bantu 10 hektar sehingga bila 1 hektar 50 rumah maka bisa terbangun 500 unit rumah bisa terbangun yang lokasinya di Palagimata yang merupakan sentra pemukiman baru,”tukas Aucke Aulia.

Lebih lanjut dijelaskan, untuk tahap pertama yang akan dibangun yakni tipe  rumah bersubsidi  yang harga maskimun  Rp 55 juta karena ini non profit sama-sama plat rumah untuk membangun rumah masyarakat yang menengah ke bawah dengan penghasilan gaji minimal Rp 1,650 000 per bulannya. (Lay Lex – Kepres)