Berita
APEKSI VI Lahirkan Gerakan "Dari Timur Indonesia Bangkit"

Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah (Komwil) VI, Sulawesi, Maluku dan Papua yang beranggotakan 17 Kota di kawasan timur Indonesia, dalam Rapat kerjanya yang dipusatkan di Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara pada Sabtu dan Minggu kemarin (14-15 Pebruari 2009) melahirkan satu gerakan yang dinamakan, Dari Timur Indonesia Bangkit.
    
Gerakan ini, kata Ketua APEKSI Komwil VI, Drs MZ. Amirul Tamim, M.Si yang juga Walikota Bau-Bau adalah sebuah gerakan yang berangkat dari semangat untuk terus mengokohkan semangat ber-NKRI dengan mengoptimalkan semua potensi di kawasan ini. “Untuk jangka pendeknya, adalah pengembangan potensi pariwisata disemua wilayah Kota dalam Komwil VI, dan juga infrastruktur pembangunannya, khususnya di sektor jalur perhubungan udara, kami ingin mengokohkan Indonesia dari Timur di sektor itu dulu, menyusul sektor-sektor lainnya,” ujar Amirul.

Seberapa penting gerakan itu? Amirul Tamim menjelaskan jika saat ini perlu terus mengobarkan semangat ke-Indonesiaan di tengah  capaian otonomi daerah yang cukup signifikan. Persoalannya, kawasan timur Indonesia dalam beberapa sektor tertinggal dibanding daerah-daerah di kawasan barat, padahal potensi yang dimiliki sangat besar dan potensial untuk memajukan Bangsa Indonesia. “Jika sudah ada keseimbangan antara barat dan timur Indonesia, negara ini akan semakin besar, ini pula yang menjadi cita-cita Bapak Presiden SBY, sehingga kami di daerah-daerah mendukung langkah itu,” paparnya.

Beberapa potensi yang dimaksud adalah pengembangan sektor kepariwisataan, potensi sumber daya alam berupa bahan tambang, dan infrastruktur perkotaan yang menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Teknisnya, diserahkan pada masing-masing daerah, namun konsepnya perlu penyeragaman dalam bentuk gerakan. Sehingga kemajuan daerah-daerah perkotaan di timur Indonesia bisa menjadi lokomotif pembangunan bagi daerah-daerah lainnya,” imbuhnya.

Khusus masalah tambang disebutkan potensi cadangan tambang Indonesia 80 persen berada di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Selain itu posisi KTI yang sangat strategis di era perdagangan bebas, karena berbatasan langsung dengan 11 negara, khususnya negara-negara yang berada di kawasan Asia Pasifik.

Gerakan ini juga mendapat dukungan dari Dirut PT Merpati Nuasantara Airlines, Bambang Bhakti yang turut menjadi pembicara dalam Rapat Kerja tersebut, ia mengatakan Merpati kini sudah menjadi warga KTI memiliki komitmen kuat untuk ikut membangun daerah-daerah di KTI. “Bau-Bau misalnya adalah pasar potensial di KTI, makanya Merpati ada di sini, kami juga berharap daerah-daerah lainnya bisa bermitra dengan Merpati. Yang pasti saat ini Merpati telah menunjukkan perkembangan yang signifikan pasca di pindahkannya ke Kota Makassar. Dan, untuk 2009 Merpati akan menambahkan 35 jenis pesawat untuk melayani daerah-daerah KTI, baik jenis jet maupun Turbo Propellers. Insya Allah kami juga ikut bangkit dari timur Indonesia” ujarnya.

Raker ini dihadiri Asisten I, Kepala Bappeda, dan Dinas Pariwisata 17 Kota di KTI, Direksi PT Merpati Nusantara Airlines, Wakil ketua  Association of the Indonesia Tours and Travel Agency (ASITA) (zah/inkom)