Berita
Perempuan Bau-Bau Tanam 9250 Pohon di Puma

Himbauan Walikota Bau-Bau Drs. MZ. Amirul Tamim M.Si agar semua masyarakat Kota Bau-Bau tanpa terkecuali melakukan penanaman pohon dalam menghadapi pemanasan global mulai disikapi oleh Gabungan Organisasi Wanita (Gow) Kota Bau-Bau dengan program Gerakan perempuan  tananam dalam rangka  penanam 100 juta pohon  sehubungan dengan hari menanam pohon indonesia dan bulan menanam tingkat Kota Bau-Bau tahun 2008 yang dilaksanakan di kelurahan Liwuto Kecamatan Kokalukuna Pulau Makassar  (Puma) kemarin. Pohon yang ditanam berjumlah 9.250 jenis pohon yang ditanam masing-masing 5000 jenis pohon hutan dan 4250 pohon buah-buahan.

Wakil Ketua Penggerak PKK, Ny. Hj. Wa Ode Gustini Halaka melalui Kepala Badan Inkom Arsip dan Pengolahan Data Kota Bau-Bau Drs. Sadarman M.Si mengatakan, dampak pemanasan global terjadi karena aktifitas manusia terutama dalam penggunaan bahan bakar fosil, BBM yang tidak terkendali serta perubahan penggunaan lahan.

Aktifitas tersebut menurut Sadarman, secara perlahan telah meningkatkakan pemanasan global yang mengakibatkan menurunnya produktifitas alam, yang berimplikasi pada menurunnya produksi Pangan, terganggunya fluktuasi dan distribusi air, penyebaran hama dan penyakit tanaman.

Karena Indonesia merupakan Negara ketiga yang memiliki  luas hutan tropis  terbesar di dunia, dan sebagai paru-paru dunia, namun kebanggaan itu telah terkikis oleh persoalan degradasi hutan dan lahan, ilegal loging, penjarahan hutan, alifungsi lahan dan kebakaran
hutan sehingga terjadi laju deforestasi 1,8 juta hektar pertahun  maka Indonesia sebagai Negara yang turut andil akan terjadinya pemanasan global, untuk itu upaya pemulihan perlu dilakukan.

Dijelaskan, untuk memulihkan kondisi tersebut maka perempuan Indonesia melaksanakan Gerakan perempuan  tananam dimana untuk Kota Bau-Bau penanaman pohon tersebar di seluruh wilayah Kota Bau-Bau. Karena itu, kepada Camat dan LUrah untuk mengarahkan warganya menanam, selain tanaman buah dan tanaman hutan, juga menanam tanaman Toga di lingkungan masing-masing.

Sadarman berharap kepada seluruh komponen masyarakat, baik organisasi wanita maupun instansi terkait sesuai peran dan fungsinya untuk berpartisipasi langsung atupun tidak langsung terhadap pengelolaan sumber daya manusia maupun sumberdaya alam secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan koridor aturan yang berlangsung sehingga pemanasan global bisa diminimalisir. (Lay-Kepres)